Langsung ke konten utama

Modul PM-(06) (Proses Bubut)


              PENDAHULUAN
   1.1. Latar Belakang
Semua proses pemesinan yang dilakukan pasti menghasilkan suatu komponen sesuai dengan kebutuhan atau permintaan. Akan tetapi, suatu komponen butuh beberapa proses pemesinan untuk menghasilkan suatu komponen tersebut. Berbeda dengan proses pemesinan mesin bubut. Mesin bubut dapat melakukan berbagai proses pemesinan meskipun hanya dengan satu mesin saja. Mesin bubut dapat memakai beberapa jenis pahat dengan berbagai fungsi. Sehingga mesin bubut dapat memudahkan pembuatan suatu komponen mesin hanya dengan satu mesin.

   1.2. Tujuan
1.2.1         Melakukan proses perataan permukaan (facing)
1.2.2         Melakukan proses center drill
1.2.3         Melakukan proses reduksi diameter
1.2.4         Melakukan peroses pembuatan alur
1.2.5         Melakukan proses pembuatan ulir

  
TEORI DASAR
A.      Pengertian dan Komponen Mesin Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Mesin bubut digunakan untuk membuat berbagai jenis produk atau benda kerja yang dilakasanakan dengan cara pemotongan benda kerja. Mekanisme kerja mesin bubut adalah proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.



Gambar 2.1 Komponen-komponen mesin bubut
http://arudamkanateknik.blogspot.co.id/2014/07/bagian-bagian-utama-mesin-bubut.html

Komponen –komponen mesin bubut:
1.  Kepala tetap (headstock), pada kepala tetap ini terdapat poros spindel mesin yang berfungsi sebagai tempat kedudukan cekam (chuck) sehingga bila poros spindel berputar maka cekam juga akan ikut berputar. Di dalam kepala tetap terdapat juga puli (pulley) yang dihubungkan dengan motor penggerak melalui belt (sabuk). Untuk mengubah kecepatan dan arah putaran mesin, puli ini dihubungkan dengan poros spindel mesin melalui susunan roda gigi transmisi di dalam gear box (kotak roda gigi).
2.   Kepala lepas (tailstock), berfungsi untuk mendukung benda kerja yang panjang, di mana senter diam ataupun senter putar dapat dipasang pada kepala lepas ini. Berbeda dengan kepala tetap yang diam di tempat, maka kepala lepas dapat digeserkan maju-mundur sepanjang alas mesin.
3.  Rumah pahat (toolpost) digunakan untuk memegang (menjepit) pahat. Secara garis besar rumah pahat dapat dibedakan menjadi rumah pahat standar dan rumah pahat yang dapat disetel. Pada rumah pahat standar untuk mengatur ketinggian pahat harus dilakukan dengan cara memberi ganjal, sementara pada rumah pahat yang dapat disetel untuk mengatur ketinggian pahat tidak perlu menggunakan ganjal karena rumah pahat jenis ini dapat disetel ketinggiannya.
4.     Meja Mesin (bed),  berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu.  
5. Sumbu Utama (Main Spindle), Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap dan lain-lain
6.    Eretan, terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang(cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin dan eretan atas(top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di ataseretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikanpemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operatoryang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya.
7.  Transporter atau poros transporter, merupakan poros berulir segi empat atau trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan untuk membawa eretan pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan lainnya. Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan
8.    Tuas pengatur kecepatan, digunakan untuk mengatur kecepatan poros transporter dan sumbu pembawa.Ada dua pilihan kecepatan yaitu kecepatan tinggi dan kecepatan rendah. Kecepatan tinggi digunakan untuk pengerjaan benda-benda berdiameter kecil dan pengerjaan penyelesaian sedangkan kecepatan rendah digunakan untuk pengerjaan pengasaran, ulir, alur, mengkartel dan pemotongan (cut off). 

B.      Jenis-Jenis Mesin Bubut
Dalam penggolongannya, mesin bubut digolongkan berdasarkan kategori dimensi dan juga berdasarkan prinsip kerjanya.
·         Berdasarkan dimensinya, mesin bubut dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1.       Mesin Bubut Ringan

Gambar2.2 Mesin Bubut Ringan
http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut

Mesin bubut ringan merupakan jenis mesin bubut yang biasa digunakan untuk pekerjaan membubut objek yang berukuran kecil dan ringan. Bentuk mesin ini relatif kecil dan sederhana dengan panjang mesin umumnya tidak lebih dari 1200 mm sehingga sangat cocok untuk industri rumah tangga.


2.       Mesin Bubut Sedang
Gambar 2.3 Mesin Bubut Sedang
http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut
Mesin bubut sedang memiliki konstruksi yang lebih detail dan dilengkapi dengan peralatan khusus. Mesin bubut sedang digunakan untuk pekerjaan yang memiliki banyak variasi dan membutuhkan ketelitian. Mesin bubut jenis ini dapat membubut material dengan diameter sampai dengan 200mm dan panjang 100mm.

3.       Mesin bubut standar

Gambar 2.4 Mesin Bubut Standar
http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut

Mesin bubut standar memiliki ukuran yang besar dan lebih berat. Jenis mesin bubut ini merupakan standar dalam pembuatan mesin bubut pada umumnya. Dengan komponen seperti pada mesin bubut ringan dan sedang serta dilengkapi dengan keran pendingin, lampu kerja, bak penampung beram, dan rem. Mesin bubut standar paling banyak digunakan di home industry.

4.       Mesin Bubut Meja Panjang

Gambar 2.5 Mesin Bubut Meja Panjang
http://arudamkanateknik.blogspot.co.id/2014/07/macam-macam-mesin-bubut-dan-fungsinya_20.html
Mesin bubut ini digunakan untuk  mengerjakan benda yang besar dan panjang, dan banyak digunakan untuk pabrik-pabrik besar. Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan lainnya.

·         Berdasarkan prinsip kerjanya, mesin bubut dibedakan menjadi :
1.        Mesin bubut centre latre
Gambar 2.6 Mesin bubut centre latre
http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut

Mesin bubut centre lathe paling banyak digunakan pada industri karena dirancang untuk berbagai macam bentuk. Mesin bubut ini menggunakan poros spindle yang memiliki chuck berahang pada satu sisinya sebagai alat cengkram material. Rahang ini menjadi pusat sumbu dan sisinya yang lain menjadi pemutar.
Mesin ini banyak digunakan diberbagai industri besar ataupun kecil dan juga dibeberapa perusahaan manufactur dengan cara kerja yang sangat efektif dan mudah.

2.       Mesin bubut vertical turning & boring milling
Gambar 2.7 Mesin bubut sabuk
http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut

Mesin bubut ini bekerja secara otomatis. Sebelum bekerja, mesin bubut ini hanya perlu menentukan bentuk akhir dari setiap potongan yang diberikan oleh operator dan selanjutnya mesin bubut ini akan membubut sesuai setingan.  Poros mesin akan mengeset sendiri cengkramannya pada material bahan kerja.

3.       Mesin bubut sabuk
Gambar 2.8 Mesin bubut sabuk
https://informasi-anyar.blogspot.co.id/2014/08/4-jenis-dan-gambar-mesin-bubut-lengkap.html
Jenis mesin bubut sabuk menggunakan sabuk untuk memutar roda gigi. Sabuk melingkari roda gigi dan berputar dengan putaran poros dari spindle yang terkait dengan sabuk. Roda gigi yang dilingkari sabuk inilah menjadi kunci pembuatan ulir dan pemotongan material karena diujung rangkaian roda gigi tersebut terdapat eretan pahat yang bergerak memutar konstan untuk membentuk ulir.

4.       Mesin bubut facing lathe
Gambar 2.9 Mesin bubut faching lathe
https://informasi-anyar.blogspot.co.id/2014/08/4-jenis-dan-gambar-mesin-bubut-lengkap.html
Mesin yang satu ini juga merupakan mesin tergolong mesin bubut khusus, yang menggarap material berbentuk piringan. Cakram atas piringan berada pada sisi dasar yang berupa plat besar , lalu proses pembubutan bekerja pada kedua sisi piringan.

5.       Mesin bubut turret
Gambar 2.10 Mesin bubut turret
https://informasi-anyar.blogspot.co.id/2014/08/4-jenis-dan-gambar-mesin-bubut-lengkap.html
Mesin  bubut turret memiliki kemampuan untuk mengerjakan material secara identic. Maksud identic disini adalah mesin bekerja sesuai dengan urutan kerja yang telah diatur oleh operator mesin sehingga sangat cocok untuk produksi material secara massal di industri-insdustri.

6.       Mesin  bubut turret vertikal
Gambar 2.11 Mesin bubut turret vertikal
https://informasi-anyar.blogspot.co.id/2014/08/4-jenis-dan-gambar-mesin-bubut-lengkap.html

Mesin bubut turret  jenis ini juga dapat menghasilkan material dengan identik. Mesin bubut turret vertikal memiliki meja putar bercengkram dan turret yang terpasang di atas rel yang menyilang pada meja putar. Pada turret terdapat kepala samping yang menjadi pengontrol pahat dengan sistem yang sudah diset sehingga terjadi pengulangan proses secara identik pada saat dioperasikan.
Jika kecepatan translasi dari pahat diatur dengan perbandingan tertentu, maka akan menghasilkan ulir dengan ukuran tertentu di benda putar. Bentuk ulir yang bermacam-macam serta ukuran yang berbeda-beda dihasilkan dari komponen mesin roda gigi translasi.
Untuk mendapatkan ukuran ulir dengan ukuran yang berbeda-beda, roda gigi translasi yang berfungsi sebagai penghubung antara poros spindle dan poros ulir hanya perlu diputar. Jumlah gigi pada roda gigi penukar berkisar dari 15 gigi sampai 127 gigi.

C.      Jenis-Jenis Pahat Mesin Bubut
a.       Pahat Bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai  bentuk permukaan yang diharapkan, salah satu contohnya  adalah pahat yang ujungnya beradius.  Pahat bentuk yang lain adalah berbentuk pesegi, biasanya untuk  membuat alur pada benda silinder.
b.       Pahat Ulir
Pahat ulir digunakan untuk membuat ulir, baik ulir tunggal maupun ganda. Bentuk pahat ulir harus sesuai dengan bentuk  ulir yang diinginkan. Untuk itu diperlukan pengasahan pahat sesuai dengan mal ulirnya. Pahat ulir tidak mermpunyai sudut  tatal, permukaannya rata dengan ujung beradius sesuai radius  kaki ulir yang besarnya tergantung besar kisar ulirnya. Di bawah  ini ilustrasi pahat ulir segitiga dan ulir segi empat.
c.       Pahat Alur
Pahat alur digunakan untuk membuat alur pada benda kerja. Macam-macam pahat alur digunakan sesuai dengan kebutuhan membuat celah alur atau ukuran clip.
d.       Pahat Bubut Rata Kanan
Fungsinya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya di mulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam. Pahat bubut rata kanan memiliki sudut baji 80˚ dan sudut-sudut bebas lainnya.
e.       Pahat Bubut Rata Kiri
Fungsinya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya di mulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala lepas. Pahat rata kiri ini memiliki sudut baji 55˚.

          ANALISIS
Wignyatyasa Tristantyo
4.1   Prosedur yang dilakukan saat praktikum
·    Menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum.
·    Mengecek mesin bubut yang akan digunakan.
· Ambil kunci chuck untuk membuka chuck agar benda kerja dapat dimasukkan kemudian dikencangkan kembali.
·    Ambil kunci pahat untuk memasang pahat yang sesuai dengan proses bubutnya.
·    Kemudian setting center antara pahat dengan Drill Chuck
· Setelah setting center, praktikan melakukan setting nol pada benda kerja untuk memulai langkah awalnya.
Benda 1
1.    Facing
·    Pahat didekatkan dengan benda kerja dan dilakukan otomatis secara horizontal (maju mundur) dengan cara menaikkan tombol otomatis dan menarik tuas untuk maju mundur pahatnya dibagian bawah tombol otomatis.
·    Dilakukan berkali-kali dengan menaikkan kedalaman antara 0.2 mm hingga 0.3 mm sampai ukuran dimensi panjang berkurang sesuai dengan kebutuhan.
2.    Center Drill
·    Pada tailstock mengganti drill chuck dengan center drill.
·    Dekatkan center drill dengan benda kerja.
·    Maju mundur kan tailstock agar membentuk lubang pada benda kerja sesuai dengan kedalaman yang dibutuhkan
3.    Reduksi Diameter
·    Pahat didekatkan dengan benda kerja dan dilakukan otomatis secara horizontal (kanan kiri) dengan cara mendorong tombol otomatis dan menarik tuas untuk kanan kiri pahatnya dibagian bawah tombol otomatis.
·    Dilakukan berkali-kali dengan menaikkan kedalaman antara 0.2 mm hingga 0.3 mm sampai ukuran dimensi diameter berkurang sesuai dengan kebutuhan.
4.    Membuat Alur
· Tandai ukuran yang akan dibuat alur pada benda kerja menggunakan spidol agar berbeda dengan dimensi reduksi diameter.
·    Dilakukan berkali-kali agar terjadi perbedaan kedalaman dengan reduksi diameter.
·    Fungsi dari membuat alur yaitu memberi jarak antara benda kerja yang belum di bubut dengan pembuatan ulirnya.
5.    Membuat ulir
·    Pahat didekatkan dengan benda kerja dan dilakukan otomatis secara horizontal (kanan kiri) dengan cara menarik tuas yang terdapat pada bagian kanan tuas otomatis (membuat alur dan reduksi diameter).
·    Mengatur gear box khusus untuk membuat ulir dengan memilih pitch 1.75 mm dan memilih gerigi 14 agar sesuai.
·    Dilakukan berkali-kali dengan menaikkan tuas sesuai dengan putaran pada gear box agar ulir nya sesuai dengan pitch yang dibutuhkan dan sesuai dengan putaran ulir.
Benda 2
1.    Facing
·      Pahat didekatkan dengan benda kerja dan dilakukan otomatis secara horizontal (maju mundur) dengan cara menaikkan tombol otomatis dan menarik tuas untuk maju mundur pahatnya dibagian bawah tombol otomatis.
·      Dilakukan berkali-kali dengan menaikkan kedalaman antara 0.2 mm hingga 0.3 mm sampai ukuran dimensi panjang berkurang sesuai dengan kebutuhan.
Benda 3
1.    Facing
·      Pahat didekatkan dengan benda kerja dan dilakukan otomatis secara horizontal (maju mundur) dengan cara menaikkan tombol otomatis dan menarik tuas untuk maju mundur pahatnya dibagian bawah tombol otomatis.
·      Dilakukan berkali-kali dengan menaikkan kedalaman antara 0.2 mm hingga 0.3 mm sampai ukuran dimensi panjang berkurang sesuai dengan kebutuhan.
2.    Chamfer
·    Mengatur compound agar membentuk sudut 30­­o dan mengatur toolpost 30o agar membentuk sudut total nya 60o.
·    Tandai ukuran yang diinginkan untuk dilakukan chamfer dengan tipe-x.
·    Lakukan dengan manual (maju mundur toolpost) tidak bisa otomatis dikarenakan gerakan yang dilakukan miring bukan maju mundur ataupun kanan kiri.

4.2   Analisis Benda Kerja
Ketika melakukan proses reduksi diameter, jika benda kerja nya terlalu panjang perlu dilakukan proses center drill. Hal ini dilakukan agar drill chuck dapat masuk kepada salah satu bagian yang telah dilakukan center drill. Drill chuck dapat membuat benda panjang menjadi lebih seimbang dan kuat dalam proses reduksi diameter, pembuatan alur, dan pembuatan ulir.  

4.3   Parameter Proses
1.    Kecepatan makan
Semakin tinggi kecepatan makan, maka benda kerja yang dihasilkan akan semakin kasar.
2.    Kecepatan Potong
Semakin tinggi kecepatan potong, maka benda kerja yang dihasilkan akan semakin kasar.
3.    Kedalaman Potong
Semakin dalam memotong benda kerja, maka geram yang dihasilkan akan semakin tebal dan menghasilkan asap karena gaya pahat yang terlalu besar kontak dengan benda kerja.
4.    Jenis Material
Semakin keras material, maka diperlukan pahat yang lebih kuat dari benda kerjanya dan gaya yang besar untuk memakan benda kerja tersebut.

4.4     Fenomena
1. Fenomena Umum
Terjadi geram yang dihasilkan pada proses mesin bubut. Geram yang dihasilkan kontinu dan tipis karena benda kerja berputar secara stabil dan bergerak translasi yang otomatis. Akan tetapi geram yang dihasilkan pada praktikan tidak kontinu karena pengaturan kedalaman yang terlalu sedikit yaitu diantara 0.2 mm sampai 0.3 mm.
2. Fenomena khusus
Pada saat melakukan proses reduksi diameter, pahat terlalu dalam memakan benda kerja. Hal ini disebabkan oleh memutar kembali mundur skala yang telah ditentukan karena pemilihan skala melebihi sedikit yang telah ditentukan. Selain pada saat proses reduksi diameter, Fenomena yang terjadi pada praktikan yaitu pada saat memasang pahat yang tidak terlalu kuat menempal pada toolpost karena hanya menggunakan satu baut dan terlalu pendek. Hal ini dapat menyebabkan posisi pahat menjadi miring dan tidak sesuai dengan kebutuhan proses nya.

      KESIMPULAN DAN SARAN
Wignyatyasa Tristantyo
5.1 Kesimpulan
1.  Benda kerja yang dihasilkan pada proses facing yaitu semakin halus pada bagian permukaan dan memakan benda kerja dalam dimensi panjang.
2.  Benda kerja yang dihasilkan pada proses center drill yaitu membuat lubang pada salah bagian depan untuk menaruh drill chuck karena benda kerja yang terlalu panjang.
3.  Proses reduksi diameter yaitu memperlebar gerak makan pada benda kerja sehingga diameter berkurang sesuai yang diinginkan
4.  Proses membuat alur dibutuhkan sebelum melakukan proses pembuatan ulir. Hal ini dilakukan dimaksudkan untuk memberi jarak antara pembuatan ulir dengan bagian yang belum terkena proses bubut (bagian belakang benda kerja).
5.  Proses pembuatan ulir perlu diperhatikan saat pemilihan gerigi pada gear box (pada bagian depan yang terhubung dengan lead screw) dan melihat tabel pada gear box tersebut. Jika salah memberhentikan angka pada tabel, maka akan terjadi kerusakan pada ulir karena terjadi perbedaan gerigi yang telah ditentukan.
5.2 Saran
Pada saat pemilihan pahat, sebaiknya memilih pahat yang memiliki lumayan panjang agar dapat dikencangkan minimal 2 baut. Jika cuman dikencangkan oleh 1 baut, pahat tidak terlalu kencang pada toolpost dan bisa menyebabkan pahat lepas dari toolpost.

        DAFTAR PUSTAKA
        http://arudamkanateknik.blogspot.co.id/2014/07/bagian-bagian-utama-mesin-bubut.html Diakses pada tanggal 23 Maret pada pukul 14.30 WIB
        http://hargareview.com/jenis-mesin-bubut Diakses pada tanggal 23 Maret pada pukul 14.35 WIB
        http://arudamkanateknik.blogspot.co.id/2014/07/macam-macam-mesin-bubut-dan-fungsinya_20.html Diakses pada tanggal 23 Maret pada pukul 14.40 WIB
        https://informasi-anyar.blogspot.co.id/2014/08/4-jenis-dan-gambar-mesin-bubut-lengkap.html Diakses pada tanggal 23 Maret pada pukul 14.45 WIB
                 LAMPIRAN
TUGAS SETELAH PRAKTIKUM
1.       Tuliskan nama dan fungsi dari komponen mesin bubut yang digunakan pada praktikum dengan lengkap!
a.       Bed/Alas
Bagian ini berfungsi untuk menunjang gerakan translasi pada carriage. Bed biasanya dibuat dari besi tuang atau baja yang dilas dengan berbagai bentuk penampang melintang karena mampu menunjang kekakuan bed sehingga dapat menahan benturan-benturan dari segala arah saat mesin beroperasi.
b.       Head Stock/ Kepala Diam
Berfungsi untuk memberikan daya pemutar benda kerja pada porosnya. Head stock terdiri dari spindel, transmisi gigi (untuk mengatur kecepatan putar benda kerja), pencekam/chuck (untuk menguatkan posisi benda kerja), dan rem listrik (memulai, menghentikan, atau menyentakkan benda kerja)
c.       Carriage/ Kereta
Bagian ini berfungsi memberi gerak makan pada pahat dengan cara bergerak sepanjang rel. Carriage dapat digerakkan ke kiri atau kanan, secara manual maupun otomatis. Rakitannya mencakup perletakan majemuk, sadel pahat, peluncur silang, dan apron
d.       Tail Stock/ Kepala Gerak
Berfungsi sebagai pemegang center benda kerja (sumbu rotasi benda kerja) sekaligus untuk menumpu benda kerja saat proses bubut diantara center. Selain itu, tail stock juga berfungsi untuk memegang dan memberikan gerak makan pada pahat pada saat proses drilling, Tail stock dapat digerakkan sepanjang alas/bed sesuai dengan panjang/ ukuran benda.
e.       Cross Slide/ Peluncur Silang
Bagian ini melekat pada carriage, berfungsi untuk mengatur kedalaman potong pada saat operasi bubut muka (facing). Cross slide dapat bergerak translasi tegak lurus terhadap lintasan luncur alas (bed)
f.        Compound Rest/ Penumpu dudukan pahat
Compound rest bertumpu pada cross slide sehingga bisa dikatakan sebagian bagian dari carriage. Compound rest ini dapat melakukan gerak translasi bersama carriage dan cross slide
g.       Tool Post/ Dudukan Pahat
Tool post bertumpu pada compound rest dan merupakan tempat pemasangan pahat.
h.       Way/ Rel
Merupakan jalur tempat carriage dan tool post bergerak.
i.         Feed Rod/ Batang Penggerak
Berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan carriage dan cross slide
j.         Load Screw/ Ulir Penggerak
Bagian ini digunakan ketika proses pembuatan ulir (threading)
k.       Spindel/ poros Utama
Spindel berbentuk silinder dengan chuck dan jaws yang dapat mencekam benda kerja sehingga kedudukan benda kerja tersebut stabil.

2.       Jelaskan mengenai proses-proses bubut yang telah dilakukan dan kegunaannya!
a.       Proses perataan permukaan (facing).
·      Meletakkan benda kerja 1 pada chuck  dan mengencangkannya dengan tuas. Menyiapkan pahat yang akan digunakan pada proses facing dan memasang pada tool post.
·      Mengaturnya agar posisi pahat setinggi sumbu benda kerja dan posisi pahat hampir menyentuh ujung benda kerja.
·      Ketika pahat sudah sedikit menyentuh benda kerja, menyetel tuas dengan skala  agar menjadi nol. Agar memudahkan proses pemakanan selanjutnya.
·      Menekan tombol agar ketika bergerak otomatis ke arah kanan.
·      Mengatur kedalaman pahat sesuai skala yang di inginkan.
·      Mengubah tuas agar benda kerja berputar sesuai dengan arah geraknya. Dan mengubah tuas otomatis hingga proses facing sampai ke jari-jari benda kerja.

b.       Proses reduksi diameter.
·      Menandai benda kerja yang akan direduksi diameternya dengan menggunakan spidol sepanjang  10 cm.
·      Meletakkan benda kerja pada chuck  dan mengencangkannya dengan tuas. Menyiapkan pahat yang akan digunakan pada proses reduksi diameter dan telah memasang pada tool post.
·      Mengaturnya agar posisi pahat setinggi sumbu benda kerja dan posisi pahat hampir menyentuh ujung benda kerja.
·      Ketika pahat sudah sedikit menyentuh benda kerja, menyetel tuas dengan skala  agar menjadi nol. Agar memudahkan proses pemakanan selanjutnya.
·      Menahan benda kerja dengan drill chuck agar benda tidak melengkung sahat dilakukan pemahatan.
·      Mengatur kedalaman pahat sesuai skala yang di inginkan.
·      Mengubah tuas agar benda kerja berputar sesuai dengan arah geraknya. Dan mengubah tuas otomatis hingga proses reduksi diameter sampai ke bagian yang ditandai jangan sampai melebihi.
·      Memundurkan pahat kembali hingga ujung dan tambahkan kedalaman kembali hingga mendapatkan diameter 1,2 cm.
·      Menandai kembali benda kerja yang mempunyai diameter 1,2 cm sepanjang 1 cm.
·      Mereduksi benda kerja sepanjang 1 cm hingga mempunyai diameter 0,8 cm.

c.       Proses pembuatan ulir.
·      Memasang pahat khusus untuk membuat ulir
·      Memasang benda kerja pada chuck
·      Menahan benda kerja dengan menggunakan centre chuck
·      Mengatur kecepatan putaran menjadi 125 putaran/menit
·      Atur hubungan gear untuk membuat ulir M12
·      Melihat tabel yang terletak pada samping kiri gearbox. Gear yang digunakan untuk membuat ulir M12 yang memiliki pitch 1,75 mm adalah gear yang memiliki gerigi berjumlah 14.
·      Membuka gearbox dan memilih gear yang akan dipakai, yaitu gear bergerigi 14.
·      Memasang gear berjumlah 14 pada gearbox.
·      Memasang gearbox pada lead screw.
·      Mengoperasikan mesin dengan menarik tuas on/off
·      Melakukan setting nol
·      Mengatur kedalaman pertama pembuatan ulir
·      Menarik tuas penggerak otomatis untuk membuat ulir untuk menggerakan pahat ke arah atas. Pada saat tuas ditarik, posisinya harus menunjukan pada angka 1 atau 5 yang terletak pada bagian atas gearbox yang berputar. Angka 1 atau 5 didapat dari tabel yang terletak pada samping kiri gearbox.
·      Menghentikan gerak otomatis dengan menarik tuas penggerak otomatis ke bawah ketika pahat telah sampai pada alur
·      Memutar eretan melintang satu putaran penuh atau jika ingin lebih aman, diputar sampai nilai nol.
·      Memutar eretan memanjang dan memosisikan pahat pada awal sebelum gerak otomatis dilakukan.
·      Menambah kedalaman potong pembuatan ulir, lalu ulangi langkah ke-9 s.d. langkah ke-12
·      Matikan mesin dengan menarik tuas on/off ke arah tengah
·      Membersihkan geram yang tertinggal pada benda kerja dengan menggunakan kuas.
·      Mencoba ulir yang telah dibuat dengan dimasukan pada mur.
·      Jika ulir tidak masuk, harus dilakukan proses sney pada ulir untuk menghaluskan ulir. Proses sney pada ulir dilakukan dengan alat sney, yaitu dengan memasukan ulir pada sney lalu diputar sesuai dengan arah ulir.
§  Mencoba kembali ulir yang telah dihaluskan oleh sney, jika masih belum masuk lakukan kembali proses pembuatan ulir dengan menggunakan mesin bubut dan kemudian lakukan kembali proses sney. Jika ulir telah masuk pada mur, proses pembuatan ulir telah selesai.
3.       Gambarkan pahat bubut dan tunjukkan bagian-bagian utamanya!
a.      Proses perataan permukaan (facing)
b.       Proses pembuatan ulir
c.       Proses pembuatan alur

4.       Hitung kecepatan potong dan kecepatan makan yang diperlukan untuk mereduksi permukaan silinder pada percobaan yang telah dilakukan dan bagaimana mengatur susunan tuas kecepatan spindel dan gerak makan pada mesin bubut!
Kecepatan potong pada proses facing dan reduksi diameter= 370 putaran/menit
Kecepatan makan pada proses facing dan reduksi diameter= 0,2 mm/putaran
Dengan cara melihat tabel pada bagian samping. Ketika kita diminta kecepatan potong pada proses facing dan reduksi diameter yaitu 370 putaran/menit, maka melihat pada bagian atas (terdapat 2 pengatur kecepatan potong) menunjukkan nilai 370 (pengatur kiri menunjukkan bagian vertikal dan pengatur kanan menunjukkan bagian horizontal). Untuk menunjukkan kecepatan makan pada proses facing dan reduksi diameter yaitu 0,2 mm, maka melihat pada tabel yang menunjukkan nilai (.2 AR8X).

5.       Bagaimanakah bentuk penampang geram yang terjadi dari proses bubut reduksi permukaan? Gambarkan dan jelaskan!
Geram yang terjadi pada reduksi diameter yang dihasilkan seharusnya kontinu. Akan tetapi, geram yang dihasilkan kelompok kami menghasilkan geram yang tidak kontinu. Hal ini disebabkan oleh kedalaman yang diatur oleh praktikan yaitu diantara 0.2 sampai 0.3 mm. Maka dari itu, geram yang dihasilkan tidak kontinu karena terlalu sedikit kedalamannya dan terlalu tipis.

Komentar